Ki.H.Anom suroto

Ki.H.Anom suroto
dalang kesukaanku

Kamis, 28 Januari 2010

MINIATUR GEBER WAYANG KULIT









Para pencinta wayang yang terhormat, pertama saya ingin bersilaturahmi dengan bapak-bapak,yang kedua saya ingin menawarkan pada bapak seandainya berminat. saya membuat miniatur geber wayang kulit, dimana wanyangnya terbuat dari kertas yang di apit sengan bambu.geber berukuran 150cm X 60cm.dan ini ada beberapa contoh gambar,tetapi apabila ada pemesanan maka geber akan difigura dan diberi kaca sama lampu jadi terkesan natural atau tampak seperti aslinya.
Mengenai harga bisa nego ini alamat email saya.hanantareja@yahoo.co.id
0 komentar.diambil dari www.hananta-hanantacom.blogspot.com

WAYANG KULIT KITA







Rahwana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Rahwana
Lukisan Sang Rawana, Raja rakshasa dari Kerajaan Alengka
Lukisan Sang Rawana, Raja rakshasa dari Kerajaan Alengka
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Rahwana
Nama lain: Raawan; Rewana;
Ravan; Dasamuka;
Dasagriwa; Dasakanta;
Dasanana
Aksara Dewanagari: रावण
Ejaan Sanskerta: Rāvaṇa

Golongan: Rakshasa
Asal: Kerajaan Alengka
Senjata: Gada, pedang, tombak,
panah, dan lain-lain.
Pasangan: Mandodari

Dalam mitologi Hindu, Rahwana (Devanagari: रावण, IAST Rāvaṇa; kadangkala dialihaksarakan sebagai Raavana dan Ravan atau Revana) adalah tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu.

Rawana dilukiskan dalam kesenian dengan sepuluh kepala, menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan dalam Weda dan sastra. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama "Dasamukha" (दशमुख, bermuka sepuluh), "Dasagriva" (दशग्रीव, berleher sepuluh) dan "Dasakanta" (दशकण्ठ, berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Ia juga dikatakan sebagai ksatria besar.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Asal-usul

Ibu Rahwana bernama Kaikesi, seorang puteri Raja Detya bernama Sumali. Sumali memperoleh anugerah dari Brahma sehingga ia mampu menaklukkan para raja dunia. Sumali berpesan kepada Kekasi agar ia menikah dengan orang yang istimewa di dunia. Di antara para resi, Kekasi memilih Wisrawa sebagai pasangannya. Wisrawa memperingati Kekasi bahwa bercinta di waktu yang tak tepat akan membuat anak mereka menjadi jahat, namun Kekasi menerimanya meskipun diperingatkan demikian. Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah brahmana, setengah rakshasa. Saat lahir, Rahwana diberi nama "Dasanana" atau "Dasagriwa", dan konon ia memiliki sepuluh kepala. Beberapa alasan menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah pantulan dari permata pada kalung yang diberikan ayahnya sewaktu lahir, atau ada yang menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah simbol bahwa Rahwana memiliki kekuatan sepuluh tokoh tertentu.

[sunting] Tapa kepada Brahma

Saat masih muda, Rahwana mengadakan tapa memuja Dewa Brahma selama bertahun-tahun. Karena berkenan dengan pemujaannya, brahma muncul dan mempersilakan Rahwana mengajukan permohonan. Mendapat kesempatan tersebut, Rahwana memohon agar ia hidup abadi, namun permohonan tersebut ditolak oleh Brahma. Sebagai gantinya, Rahwana memohon agar ia kebal terhadap segala serangan dan selalu unggul di antara para dewa, makhluk surgawi, rakshasa, detya, danawa, segala naga dan makhluk buas. Karena menganggap remeh manusia, ia tidak memohon agar unggul terhadap mereka. Mendengar permohonan tersebut, Brahma mengabulkannya, dan menambahkan kepandaian menggunakan senjata dewa dan ilmu sihir.

[sunting] Raja Alengka

Patung "Totsakanth" (Ravana) sebagai penjaga di Wat Phra Kaew, Thailand.

Setelah memperoleh anugerah Brahma, Rahwana mencari kakeknya, Sumali, dan memintanya kuasa untuk memimpin tentaranya. Kemudian ia melancarkan serangannya menuju Alengka. Alengka merupakan kota yang permai, diciptakan oleh seorang arsitek para dewa bernama Wiswakarma untuk Kubera, Dewa kekayaan. Kubera juga merupakan putera Wisrawa, dan bermurah hati untuk membagi segala miliknya kepada anak-anak Kekasi. Namun Rahwana menuntut agar seluruh Alengka menjadi miliknya, dan mengancam akan merebutnya dengan kekerasan. Wisrawa menasihati Kubera agar memberikannya, sebab sekarang Rahwana tak tertandingi.

Ketika Rahwana merampas Alengka untuk memulai pemerintahannya, ia dipandang sebagai pemimpin yang sukses dan murah hati. Alengka berkembang di bawah pemerintahannya. Konon rumah yang paling miskin sekalipun memiliki kendaraan dari emas dan tidak ada kelaparan di kerajaan tersebut.

[sunting] Bakti kepada Siwa

Rahwana mengangkat gunung Kailasha. Relief dari Gua Ellora, Maharashtra.

Setelah keberhasilannya di Alengka, Rahwana mendatangi Dewa Siwa di kediamannya di gunung Kailasha. Tanpa disadari, Rahwana mencoba mencabut gunung tersebut dan memindahkannya sambil main-main. Siwa yang merasa kesal dengan kesombongan Rahwana, menekan Kailasha dengan jari kakinya, sehingga Rahwana tertindih pada waktu itu juga. Kemudian Gana datang untuk memberitahu Rahwana, pada siapa ia harus bertobat. Lalu Rahwana menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Siwa, dan konon ia melakukannya selama bertahun-tahun, sampai Siwa membebaskannya dari hukuman. Terkesan dengan keberanian dan kesetiaannya, Siwa memberinya kekuatan tambahan, khususnya pemberian hadiah berupa Chandrahasa (pedang-bulan), pedang yang tak terkira kuatnya. Selanjutnya Rahwana menjadi pemuja Siwa seumur hidup. Rahwana terkenal dengan tarian pemujaannya kepada Siwa yang bernama "Shiva Tandava Stotra". Semenjak peristiwa tersebut ia memperoleh nama 'Rahwana', berarti "(Ia) Yang raungannya dahsyat", diberikan kepadanya oleh Siwa – konon bumi sempat berguncang saat Rahwana menangis kesakitan karena ditindih gunung.

[sunting] Raja di tiga dunia

Dengan kekuatan yang diperolehnya, Rahwana melakukan penyerangan untuk menaklukkan ras manusia, makhluk jahat (asurarakshasadetyadanawa), dan makhluk surgawi. Setelah menaklukkan Patala (dunia bawah tanah), ia mengangkat Ahirawan sebagai raja. Rahwana sendiri menguasai ras asura di tiga dunia. Karena tidak mampu mengalahkan Wangsa Niwatakawaca dan Kalakeya, ia menjalin persahabatan dengan mereka. Setelah menaklukkan para raja dunia, ia mengadakan upacara yang layak dan dirinya diangkat sebagai Maharaja.

Oleh karena Kubera telah menghina tindakan Rahwana yang kejam dan tamak, Rahwana mengerahkan pasukannya menyerbu kediaman para dewa, dan menaklukkan banyak dewa. Lalu ia mencari Kubera dan menyiksanya secara khusus. Dengan kekuatannya, ia menaklukkan banyak dewa, makhluk surgawi, dan bangsa naga.

[sunting] Istri dan wanita

Rahwana menculik Sita dan membunuh Jatayu. Lukisan karya Raja Ravi Varma.

Selain terkenal sebagai penakluk tiga dunia, Rahwana juga terkenal akan petualangannya menaklukkan para wanita. Rahwana memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Mandodari, putera Mayasura dengan seorang bidadari bernama Hema. Ramayana mendeskripsikan bahwa istana Rahwana dipenuhi oleh para wanita cantik yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Dalam Ramayana juga dideskripsikan bahwa di Alengka, semua wanita merasa beruntung apabila Rahwana menikahinya. Dua legenda terkenal menceritakan kisah pertemuan Rahwana dengan wanita istimewa.

Wanita istimewa pertama adalah Wedawati, seorang pertapa wanita. Wedawati mengadakan pemujaan ke hadapan Wisnu agar ia diterima menjadi istrinya. Ketika Rahwana melihat kecantikan Wedawati, hatinya terpikat dan ingin menikahinya. Ia meminta Wedawati untuk menghentikan pemujaannya dan ia merayu Wedawati agar bersedia untuk menikahinya. Karena Wedawati menolak, Rahwana mencoba untuk melarikannya. Kemudian Wedawati bersumpah bahwa ia akan lahir kembali sebagai penyebab kematian Rahwana. Setelah berkata demikian, Wedawati membuat api unggun dan menceburkan diri ke dalamnya. Bertahun-tahun kemudian ia bereinkarnasi sebagai Sita, yang diculik oleh Rahwana sehingga Rama turun tangan dan membunuh Rahwana.

[sunting] Penculikan Sita

Setelah pos jaga para raksasa di Yanasthana dihancurkan oleh Rama dan Laksmana, berita tersebut disampaikan kepada Rahwana. Menteri Rahwana yang bernama Akampana menyarankan agar Rahwana mau menculik Sita, namun niat tersebut ditolak oleh Marica. Setelah adik perempuan Rahwana yang bernama Surpanaka mengadu bahwa dua orang kesatria telah melukainya, Rahwana marah besar. Ia segera menuju ke kediaman Marica untuk meminta bantuan, tanpa mempedulikan nasihat baik dari Marica. Setelah rencana disusun, Marica menyamar menjadi kijang kencana untuk mengalihkan perhatian Rama, sedangkan Rahwana menyamar menjadi seorang brahmana tua yang lemah. Ketika Rama dan Laksmana berada jauh, Rahwana segera menjangkau Sita, dan setelah itu Sita dibawa kabur. Sita disekap di taman Asoka, letaknya di dalam lingkungan istana Rahwana di kerajaan Alengka. Di sana, Rahwana berkali-kali mencoba merayu Sita namun tidak pernah berhasil.

[sunting] Pertempuran dan kematian

Adegan Rahwana bertarung dengan Rama. Lukisan dari Tamil Nadu, dibuat sekitar abad ke-19.

Tindakan Rahwana mengundang kemarahan Rama. Dengan bantuan dari raja wanara bernama Sugriwa, Rama menggempur Alengka. Untuk mengantisipasi serangan Rama, Rahwana mengirimkan pasukan terbaiknya yang dipimpin oleh raksasa-raksasa kuat. Serangan pertama dilakukan oleh Hanoman pada saat ia datang ke Alengka sebagai mata-mata untuk menemui Sita. Dalam pertempuran tersebut, putera Rahwana yang bernama Aksayakumara gugur. Dalam pertempuran selanjutnya, para menteri dan kerabat Rahwana gugur satu persatu, termasuk Indrajit putera Rahwana dan Kumbakarna adik Rahwana.

Pada hari pertempuran terakhir, Rahwana maju ke medan perang sendirian dengan menaiki kereta kencana yang ditarik delapan ekor kuda terpilih. Ketika ia keluar dari Alengka, langit menjadi gelap oleh gerhana matahari yang tak terduga. Beberapa orang berkata bahwa itu merupakan pertanda buruk bagi Rahwana yang tidak menghiraukannya sama sekali. Pertempuran terakhir antara Rama dengan Rahwana berlangsung dengan sengit. Pada pertempuran itu, Rama menaiki kereta Indra dari sorga, yang dikemudikan oleh Matali. Setiap Rama mengirimkan senjatanya untuk menghancurkan Rahwana, raksasa tersebut selalu dapat bangkit kembali sehingga membuat Rama kewalahan. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata Brahmastra yang tidak biasa. Senjata tersebut menembus dada Rahwana dan merenggut nyawanya seketika.

Salah satu versi Ramayana menceritakan bahwa Rahwana tidak mampu dibunuh meski badannya dihancurkan sekalipun, sebab ia menguasai ajian Rawarontek serta Pancasona. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata sakti yang dapat berbicara bernama Kyai Dangu. Senjata tersebut mengikuti kemana pun Rahwana pergi untuk menyayat kulitnya. Setelah Rahwana tersiksa oleh serangan Kyai Dangu, ia memutuskan untuk bersembunyi di antara dua gunung kembar. Saat ia bersembunyi, perlahan-lahan kedua gunung itu menghimpit badan Rahwana sehingga raja raksasa itu tidak berkutik. Menurut cerita, kedua gunung tersebut adalah kepala dari Sondara dan Sondari, yaitu putera kembar Rahwana yang dibunuh untuk mengelabui Sita. Versi ini ditampilkan oleh R. A. Kosasih dalam komik Ramayana karyanya.

[sunting] Keluarga

Rahwana memiliki banyak kerabat dan saudara yang disebutkan dalam Ramayana. Karena sulit menemukan data-data mengenai mereka selain Ramayana, tidak banyak yang diketahui tentang mereka. Menurut Ramayana, ibu Rahwana adalah puteri seorang Detya bernama Kekasi, menikahi seorang pertapa bernama Wisrawa. Rahwana memiliki kakek bernama Pulastya, putera Brahma. Dari pihak ibunya, Rahwana memiliki kakek bernama Sumali, dan ia memiliki paman bernama Marica, putera Tataka, saudara Malyawan. Rahwana memiliki tiga istri, dan tujuh putera.

[sunting] Putera

Tujuh putera Rahwana yaitu:

  1. Indrajit alias Megananda
  2. Prahasta
  3. Atikaya
  4. Aksa alias Aksayakumara
  5. Dewantaka
  6. Narantaka
  7. Trisirah

[sunting] Saudara

Selain itu, Rahwana memiliki enam saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Saudara-saudaranya tersebut terdiri dari tiga saudara kandung dan lima saudara tiri. Saudara-saudara Rahwana yaitu:

  1. Kubera, kakak tiri Rahwana, lain ibu namun satu ayah. Raja Alengka sebelum Rahwana. Ia merupakan dewa penjaga arah utara, sekaligus dewa kekayaan.
  2. Kumbakarna, adik kandung Rahwana. Rakshasa yang tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan karena anugerah Brahma.
  3. Wibisana, adik kandung Rahwana. Penasihat di Kerajaan Alengka.
  4. Kara, adik tiri Rahwana. Raja dan pelindung perbatasan Alengka yang bernama Janasthan atau Yanasthana di Chitrakuta.
  5. Dusana, adik tiri Rahwana. Patih di Yanasthana.
  6. Ahirawana, adik tiri Rahwana. Raja di Patala.
  7. Kumbini, adik tiri Rahwana. Istri rakshasa Madhu, ibu dari Lawanasura.
  8. Surpanaka, adik kandung Rahwana. Rakshasi yang tinggal di Yanasthana, dilukai oleh Laksmana. Ia mengadu kepada Kara dan Rahwana, dan merupakan biang keladi yang menyebabkan permusuhan antara Rama dan Rahwana.














































Para pencinta wayang kulit ,saya ingin berbicara masalah wayang kulit, karena saya paling suka daya seni yang ada di wayang kulit.berbagai wajah dan karakter terwakili dalam diri wayang,jadi kalau kita mempelajari tentang wayang akan sangat mengasikan. Siapa si gatut kaca, siapa si Bhima dan lain-lain.mengapa pandawa harus menang dengan kurawa. apa istimewanya pandawa.
siapa si Kresna itu mengapa dalam cerita ia begitu dominan dalam berbagai hal . Untuk itu akan kita lanjutkan lagi,karena saya akan terus mencari bahan . terima kasih atas kunjungan anda semua.
Para penggemar wayang,saya mempunyai gambar dan nuwun sewu buat kidemang soko wetan injinkan saya untuk meminjam dan menampilkan gambar wayang bapak untuk ditampilkan diblog saya ,tujuannya adalah untuk melestarikan dan memperkenalkan wayang didunia international bahwa kita sebagai bangsa Indonesia masih mempunyai kebudayaan yang wajib kita lestarikan.
Saya adalah salah satu pengemar wayang terutama dari segi nilai seni.nah wayang yang saya tampilkan iniaslinya adalah hitam putih, tetapi saya coba untuk memberi warna,dan ada beberapa wayang yang saya modifikasi berdasarkan atau saya pernah melihat wayang kulit tetapi kidemang soko wetan belum menampilkan jadi coba saya modifikasikan.silahkan berkomentar apabila masih banyak kekurangannya.
PULASIO adalah seorang ditya yang hidup dijaman Ramayana , dimana ia adalah teman dari Hanoman.ia berwujud seperti bhima tetapi berwajah raksasa dan bertaring.gambar wayng ini adalah modif dari bhima yang wajahnya diganti dengan wajah raksasa.









PATIH UDAWA
Adalah patih dari ndwarawati patihnya prabu Kresna,ia adalah sebenarnya putra prabu Basudewa dengan Ken sagupi, yang tinggal di widorokandang. Muka udawa mirip Karasana alias Baladewa.Jadi Baladewa dan Kresna adalah saudara seayah karena bapaknya adalah Basudewa.Udawa mengabdi pada prabu Kresna sebagai patih .Kesaktiannya sangat luar biasa.






ADIPATI KARNA
Adipati Karna atau juga BAsusena,BAsukarna adalah putra dewi Kunti dengan Batara Surya.Jadi dia adalah saudara tua Pandawa.Istrinya adalah Dewi Surtikanti anak Prabu Salya.Adipasti Karna dalam perang Bharatayuda membela Kurawa karena budi baik dari Duryudana.Kesaktiannya hampir menyamai Harjuna dalam senjata panah. Dialah yang berhasil membunuh Raden Gatotkaca,putra Bhima.






BAWOR
Adalah dalam pedalangan jawa biasa disebut Bagong.ia adalah anak Kilurah Semar yang terbentuk dari Bayangan Semar , sehingga model badanya hampir mirip.Bawor mempunyai saudara lagi yaitu Petruk dan Gareng.Mereka biasanya penjadi pengikut setia pada keluarga Pandawa, yang selalu membela kebenaran dan keadilan.







PETRUK
Adalah salah satu punakawan yang menjadi abdi dalem pandawa.ia sebenarnya adalah jelmaan dari raksasa.ia sama sama dengan Gareng yang juga seorang raksasa.petruk nama lainnya adalah Kantongbolong.









GARENG
Gareng adalah punakawan yang merupakan jelmaan dari raksasa.ia adalah abdi dalem pada keluarga Pandawa. saudaranya adalahBawor dan Petruk , meraka sama-sama menjadi anaknya Kilurah Semar.









WERKUDARA
Adalah salah satu dari Padawa. ia berbadan besar dan sangat sakti.istrinya adalah Dewi Urang ayu berputra antasena, Dewi Arimbi berputra Gatotkaca, dan Dewi Nagagini berputra Hanantareja.Werkudara juga mempunyai nama lain yaitu Bhima,Tuguwisesa, Panduputra, Bayuputra.







JAYADRATA
JAYADRATA adalah menantu dari Drestarata raja Hastinapura .Dalam perang Bharatayuda ia berhasil membunuh Abimayu putra Harjuna, sehingga Harjuna menuntut balas. Dan akhirnya Jayadrata pun mati ditangan Harjuna.
Jayadrata terbentuk dari bungkusnya bhima yang diambil oleh begawan Sapwani dan dirubah menjadi manusia bernama Jayadrata.







ABILAWA
Abialawa adalah bhima padawaktu dalam pengasingan
selama 13 tahun.Ia berambut godrong dan teruai untuk
menyamarkan kalau dirinya adalah werkudara












ABIMANYU












ANTAREJA























lirik ini untuk kangen-kangenan dengan pacarku novika ayu anggraeni

Kuburan – Tua Tua Klabing


Malam minggu Pak Kumis lagi pusing

Pergi ke diskotik niat mau ajojing


Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing oh yeah

Tua-tua kelabing wow yeah


Kepala gerek-gerek

Kayak lagi tari piring(oh ya masak oh my god)

Joget miring miring

Ruku kayak kepiting(oh ya masak oh my god)


Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey Tua-tua kelabing yeah

Tua-tua kelabing awh

adegan neng diskotik klabingan yo.... nduk!!!!

Ok gadis-gadis tangannya di atas yah

Hey Cowok-cowok tangannya di jaga

Kita joget sama Pak Kumis

benconge beraksi

Ah drakula jangan bunuh aku

Ku tak mau mati di tanganmu ah

Oh drakula kasihanilah aku

Ku tak mau mati di tanganmu

Besok aku dilamar (oh,oh,oh,oh,oh) gak usah(sing nyanyi iki pak gatot eh... sory kliru pak kumis)

Oke sekarang I itung sampe empat you say hey oke 1,2,3,4


Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing

Hey hey hey hey hey tua-tua kelabing… Ow yeah



Lirik lagu Kuburan – Tua Tua Klabing ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Kuburan – Tua Tua Klabing.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar