Ki.H.Anom suroto

Ki.H.Anom suroto
dalang kesukaanku

Sabtu, 30 Januari 2010

Photo Albumwayang kulit set purwa1May 12, '07 2:07 PM
for everyone
kumpulan tokoh pewayangan batara dan batari, jaman harjunasasrabahu, dan ramayana


anoman.JPG

bambang sumantri.JPG

batara anantaboga.JPG

batara bayu.JPG

batara brahma.JPG

batara ghana.JPG

batara guru.JPG

batara indra.JPG

batara kala.JPG

batara kamajaya.JPG

batara narada.JPG

batara sambu.JPG

batara surya.JPG

batara wisnu.JPG

batara yamadipati.JPG

batari durga.JPG

batari pretiwi.JPG

dewi sarpakenaka.JPG

dewi shinta.JPG

gunawan wibisana.JPG

indrajit.JPG

jamadagni.JPG

jaya anggada.JPG

jaya anila.JPG

kumbakarna.JPG

leksmana.JPG

prabu basurata.JPG

prabu danapati.JPG

prabu dasamuka.JPG

prabu dasarata.JPG

prabu maesasura.JPG

prabu matswapati.JPG

prabu sri harjunasasrabahu.JPG

prabu watugunung.JPG

resi subali.JPG

sanghyang wenang.JPG

sengkan turunan.JPG

sri ramawijaya.JPG

sugriwa.JPG

Prev: Tokoh Kurawa
Next: Ramayana - I. Parwo Dandoko



Kayon (Gunungan)May 12, '07 10:57 AM
for everyone
Gunungan atau di dalam pakeliran disebut kayon, pertama diciptakan oleh Raden Patah. Dinamakan gunungan karena bentuknya menyerupai gunung yang memiliki puncak dan terdapat pada setiap pagelaran wayang (wayang purwa, wayang krucil, wayang golek, wayang gedok, wayang suluh, dll).

Menurut bentuknya, gunungan atau kayon ini dapat dibedakan menjadi dua macam.

1. Kayon gapuran berbentuk ramping dan pada bagian bawah bergambar gapua yang pada sisi sebelah kiri maupun kanan di jaga oleh raksasa Cingkarabala dan Balaupata. Sedangkan pada bagian belakang terdapat lukisan api merah membara.

2. kayon blumbangan, bentuknya agak gemuk dan lebih pendek bila dibanding dengan kayon gapuran, Pada bagian bawah terdapat lukisan kolam dengan air yang jernih yang ditengahnya terdapat lukisan sepasang ikan berhadapan. Sedangkan pada bagian belakang berambar lautan atau langit yang berawarna biru gradasi.

Gunungan secara lengkap biasanya terdapat lukisan teridiri:
1. Rumah atau balai yang indah dengan lantai bertingkat tiga dan pada bagian daun pintu rumah dihiasi lukisan Kamajaya berhadapan dengan Dewi Ratih.
2. Dua raksasa berhadapand engan membawa senjata pedang atau gada lengkap dengan tamengnya.
3. Duia naga bersayap.
4. Hutan belantara penuh dengan satwanya.
5. Gambar harimau berhadapan dengan banteng.
6. Pohon besar ditengah hutan yang dililit seokar ular.
7. Kepala makara di tengah pohon.
8. Dua ekor kera dan lutung sedang bermain diatas ranting.
9. Dua ekor ayam alas sedang bertengger diatas cabang pohon.

Gambar-gambar yang terdapat pada kayon tersebut menggambarkan alam semesta lengkap dengan isinya. Gunungan di dalam pagelaran wayang kulit mempunyai fungsi yang sangat penting, antara lain:
1. Sebagai tanda dimulaiya pentas pedalangan, yakni fungsi dengan dicabutnya kayon di tengah kelir kemudian ditancapkan pada posisi sebelah kanan.
2. Sebagai tanda perubahan adegan atau menggambarkan suasana dengan cara gunungan digerakkan diikuti cerita dalang.
3. Digunakan untuk tanda pergantian waktu, baik dari patet nem ke patet sanga, atau dari patet swanga ke patet manyura dengan mengubah posisi kayon dari condong ke kanan menjadi tegak lurus dan terakhir kayon condong ke arah kiri.
4. Untuk menggambarkan sebuah wahyu dari dewa, atau sebagai angin maupun udara dengan menggerakkan gunungan sesuai arah yang dikehendaki.
5. Untuk menggambarkan api dengan membalik kayon sehingga yang tampak api membara dari kepala makara.
6. Untuk menandai berakhirnya pertunjukan dengan menancapkan kayon di tengah-tengah, serta digunakan untuk kepentingan pagelaran sesuai dengan kehendak dalang.


Image00001.jpg

Image00002.jpg

Image00003.jpg

Image00004.jpg

Image00005.jpg

Image00006.jpg

Image00007.jpg

Image00008.jpg

Image00009.jpg

Image00010.jpg
1 Comment

Image00011.jpg

Image00012.jpg

Image00013.jpg

Image00014.jpg

Image00015.JPG

Minolta DSC

Minolta DSC

Minolta DSC
1 Comment

Image00019.jpg

Image00020.jpg

Image00021.jpg

Image00022.jpg

Image00023.jpg

Image00024.jpg

Image00025.jpg

Image00026.jpg
1 Comment

Image00027.jpg

Image00028.jpg

Image00029.gif

Image00030.jpg

Image00031.gif

Image00032.jpg

Image00033.JPG

Image00034.jpg
1 Comment

Image00035.jpg

Image00036.jpg

Image00037.jpg

Image00038.jpg

01-kayon-anoman-obong-60.jpg

02-kayon-bali.jpg

03-kayon-banyumasan-gito.jpg

04-kayon-blumbangan-solo.jpg

05-kayon-cirebon.jpg

06-kayon-gapuran.jpg

07-kayon-gapuran-manteb.jpg

08-kayon-gapuran-jatim.jpg

09-kayon-gapuran-solo.jpg

10-kayon-gapuran-yogya.jpg

11-kayon-golek-menak.jpg

12-kayon-hakekat.jpg

13-kayon-jagad-gumelar.jpg

14-kayon-kalacakra-solo.jpg

15-kayon-klthik.jpg

16-kayon-klowong.jpg

17-kayon-sadat.jpg

18-kayon-sasak.jpg

19-kayon-sekar-jagad.jpg

20-kayon-simbal-sanggar.jpg

21-kayon-wahyu-tumurun.jpg

gunungan.jpg

Image00039.jpg

Image00040.jpg

Image00041.jpg

Image00042.jpg

Image00043.jpg

Image00044.jpg

Image00045.jpg

Image00046.jpg

Prev: wayang kulit set bali
Next: Punokawan "The Clown"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar