Ki.H.Anom suroto

Ki.H.Anom suroto
dalang kesukaanku

Selasa, 02 Februari 2010

Bali dan Wayang

Di Bali seperti halnya di jawa, budaya yang terkait dengan wayang masih tumbuh cukup subur di masyarat.

Di Bali beberapa jalan masih mengambil nama tokoh wayang, seperti Abimanyu, Kunti, Drupadi, Yudhistira, Nakula dll.

bali-crop

Dalam wayang kulit, mungkin agak berbeda bila dibandingkan dengan wayang kulit Jawa. Namun secara umum, kelihatannya sumber ceritanya adalah sama.

Sudah 3 hari ini saya ke Bali atau tepatnya di sekitar Kuta, untuk tugas dinas. Malam ini harus kembali ke Bandung dengan fligh Air Asia yang kembali lagi harus mengalami reschedule jadwal alias delay :) Namun Air Asia profesional kok dengan memberitahukan satu hari sebelumnya. Entah nanti pada saatnya di undur lagi atau on schedule. Harus kembali malam ini karena tetangga sebelah ada punya hajat perkawinan.

Kayon bali

Kebetulan saya sekarang sudah di bandara sambil menunggu jam terbang, mampir dulu di Starbucks Bandara Ngurah Rai. Ada hotspot Speedy Telkom disana, dan wus … wus … lebih cepet kalau saya bandingkan dengan pake modem 3G beberapa operator GSM.

3 hari dua malam di sini nggak bisa kemana-mana. Maklum, Kuta sangat padat dengan turis lokal dan manca negara karena bulan-bulan begini memang lagi ramai-ramainya.

Arjuna the Lover

Yang jelas disini panas, sampai dijalan-jalan banyak orang-orang yang buka-buka baju :)

Blog khusus untuk Ki Nartosabdho

Blog ini saya coba create untuk “menampung” segala hal yang terkait dengan sosok yang bernama “Ki Nartosabdho”. Karya, pikiran, bakti dan pengabdian Beliau terhadap negri ini, terutama sebagai seorang budayawan.

Nartosabdho blog

Tentu masih jauh dari sempurna karena saya baru mengawalinya dan sebab keterbatasan pengetahuan saya terhadap kiprah beliau mengingat perbedaan generasi dan masalah dokumentasi yang masih jarang mengenai diri Beliau.

Untuk kelengkapan konten blog, tentu saya mengharapkan dukungan dan sumbangan dari para pembaca khususnya pecinta Budaya Jawa, lebih khusus lagi pengagum Ki Nartosabdho, berupa sharing konten. Dapat juga pembaca yang berminat untuk menyumbangkan konten dengan menjadi kontributor blog ini. Karena blog ini saya harapkan bukan milik pribadi melainkan milik bersama.

Demikian untuk sementara sebagai pengantar, adapun blognya berlamatkan di http://nartosabdho.co.cc/

Hormat kami

Prabu (Pranowo Budi Sulistyo)

Ebook Wayang : Bab Natah sarta Nyungging Ringgit Wacucal

Berikut saya sharing ebook yang merupakan keluaran dari Balai Pustaka mengenai “Bab Natah sarta Nyungging Ringgit Wacucal”. Cukup bagus untuk referensi bagi yang ingin berkarya di dunia pewayangan khusunya dalam hal membuat, menatah dan menyungging wayang kulit. Pun saya pernah menemukan dan membaca, buku ini dijadikan sebagai referensi oleh mahasiswa dalam membuat skripsi atau tesis.

Bab Natah & Nyungging Wayang

Sementara saya scan yang bahasa indonesia dulu.

Silahkan bagi yang berminat dapat diunduh disini.

Ki Nartosabdho – Pandawa Gubah

Koleksi rekaman MP3 dari mbah Ki Nartosabdho ini adalah kiriman dari Mas Edy yang katanya berasal dari Mas Imam dari Garut.
Terus Terang saya belum sempat mendengarkan ceritanya. Cuman saya pernah baca buku terbitan BP berjudul serupa yang menceritakan tentang upaya dari berbagai pihak yang ingin agar Baratayuda tidak jadi berlangsung.

pandawa

Upaya-upaya ini melibatkan pihak Pandawa dan Kurawa saat perang mendekati kenyataan dimana Kurusetra sudah siap-siap menjadi ajang pertempuran.

Namun karena memang sudah dikehendaki oleh yang Kuasa, maka upaya-upya tersebut akhirnya gagal.

OK silahkan menikmati sendiri disini.

Ki Nartosabdho : Parikesit Grogol

Berikut pagelaran wayang kulit oleh Ki Nartosabdho dengan lakon “Parikesit Grogol”.

parikesit_solo

Sumber pertama kali dari Mbak Galuh kemudian diperbaiki audionya oleh Mas Edy Listanto

Audio filenya dapat diunduh disini


Gatotkaca Wisuda

Masih cerita tentang Gatotkaca, berikut pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Manteb Sudharsono dengan lakon “Gatotkaca Wisuda”.

gatotkaca

Gatotkaca ingin menguasai para dewa, bagaimana ceritanya ?

Silahkan dinikmati disini.

Wahmuka lan Arimuka sedulur kakang kawah adhi ari-ari

wahmukaarimuka_solo

Ditya Wahmuka ora bisa dipisahake kalawan Ditya Arimuka. Kekarone awujud raseksa kembar sing riwayat asal-usule siji.

Kekarone metu ing lakon Alap-alapan Triputri, yaiku kedadeyan nalika ana putri telu kembar arep ningkahan bareng. Telu putri kasebut yaiku Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki.

Ditya Wahmuka lan Ditya Arimuka dadi pasanggiri nagara Pandansurat. Saksapaa sing bisa ngalahake raseksa kembar iki bakal bisa mboyong putri kembar telu, ya Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki.

Patembayan kasebut kasil narik kawigatene para raja lan satriya sing rata-rata pancen padha kapencut marang kasulistyane putri telu kembar kasebut.

Read more »



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar